Anda Pengunjung Ke-

free counter

Konsultasi Peternakan

KILAS INFORMASI

KAMI SIAP MENDAMPINGI ANDA
SILAHKAN DIPILIH JASA PELATIHAN DIBIDANG PETERNAKAN
KONTAK KAMI SEGERA Dedy Winarto,S.Pt,M.Si CONTACT PERSON: 0853 2672 1970 E-mail : dedy_good@yahoo.co.id>

LINK JURNAL

PERUSAHAAN PETERNAKAN

TUKAR LINK/BANNER

Topik yang menarik dalam website ini?

"SELAMAT DATANG DIWEBSITE KILAS PETERNAKAN, MEDIA ONLINE SEPUTAR DUNIA PETERNAKAN ANDA"

PENGUMUMAN

KRITIK DAN SARAN KONTEN WEB
Jika Konten Web tidak berkenan atau Dilarang Oleh Pemerintah
Kirim e-mail: Dedy_good@yahoo.co.id
Web ini hanya sebagai sarana berbagi Informasi, Pengetahuan dan wawasan Semata. Informasi Lebih lanjut Tlp 0853 2672 1970(No SMS).
SEMOGA BERMANFAAT

Modern Biologi, Teknik Baru MLPA dan Stem Cell

Monday, November 30, 2009

Semarang, undip.ac.id Beberapa terobosan bersejarah dalam bidang biologi seperti teori Darwin dan hukum Mendel pada abad 19 membawa ilmu biologi ke babak baru, yaitu modern biologi. Hal ini ditandai dengan perkembangan yang sangat cepat dan disertai berbagai penemuan bersejarah seperti penemuan struktur DNA oleh Watson dan Crick.
Berbagai teknik molekulerpun ditemukan sesudahnya . Saat ini teknik tersebut telah digunakan secara luas seperti penelitian mengenai gen, protein dan interaksi antara gen, lingkungan dan penyakit. Penemuan penemuan baru dalam bidang biologi molekuler mempunyai banyak peran dalam kehidupan manusia, seperti menyingkap misteri dibalik penyakit yang dahulu tidak diketahui asal usulnya, dan dapat pula untuk membuktikan suatu kejahatan Beberapa dekade terakhir ini, perkembangan ini semakin cepat, ditandai dengan penemuan teknik teknik baru yang meliputi teknik Polymerase Chain Reaction (PCR) dimana teknik ini bisa digunakan untuk membuat salinan (copy) dari deoxyribonucleic acid (DNA). Lalu selanjutnya adalah teknik sequencing DNA yang bisa digunakan untuk mengetahui urutan basa dalam DNA. Akhir akhir ini beberapa metode baru juga telah ditemukan yaitu teknologi Microarray dan Multiplex Ligation-dependent Probe Amplification (MLPA).MLPA merupakan teknik baru dalam bidang molekuler yang dikembangkan oleh MRC-Holland, Belanda. Teknik ini berbasiskan multiplex PCR dimana dengan teknik ini kita dapat melihat perubahan satu basa saja dalam DNA sequence. Kelebihan MLPA dibandingkan teknik Multiplex PCR konvensional adalah kemampuannya untuk mendeteksi lebih dari 40 perubahan basa sekaligus dalam satu kali eksperimen yang hal tersebut tidak mungkin dapat dilakukan menggunakan metode Multiplex PCR konvensional. Dibandingkan dengan metode molekuler lain yang membutuhkan peralatan yang canggih, MLPA relatif tidak perlu menggunakan alat yang canggih dan relatif lebih murah dibandingkan metode molekuler lainnya. Dan lebih penting lagi, keunggulan MLPA adalah pada kecepatan, dimana eksperimen menggunakan MLPA bisa dilakukan dalam satu hari, yang tidak mungkin bisa dilakukan menggunakan metode lain.Karena keunggulan teknik MLPA tersebut diatas, saat ini, teknik ini sudah secara luas digunakan diberbagai laboratorium genetika ternama di dunia. Penggunaan secara luas teknik ini juga diikuti dengan banyaknya penyakit genetika yang bisa terdeteksi oleh metode ini. Penggunaan dalam diagnosis genetika retardasi mental misalnya, dapat meliputi deteksi kelainan kecil pada sub telomer kromosom yang tidak bisa terdeteksi menggunakan mikroskop konvensional, deteksi berbagai syndrome antara lain: Cri du Chat syndrome, DiGeorge syndrome, Prader-Willi / Angelman, Rubinstein-Taybi syndrome, Smith-Magenis syndrome, Sotos syndrome, Williams syndrome dan Wolf-Hirschhorn. Penggunaan dalam bidang onkologi misalnya, deteksi gen kanker payudara (BRCA1,BRCA2), kanker kolon (MSH1, MSH2). Penggunaan dalam bidang endokrinologi misalnya Growth Hormon Deficiency dan Familial Hiperkolestrolemia. Keunggulan lain yang ditawarkan oleh teknik ini, para peneliti bisa mendesain sendiri pelacak (probe) yang akan digunakan dalam penelitiannya. Sehingga teknik ini praktis dapat digunakan tidak hanya dalam bidang kedokteran namun dapat digunakan juga untuk para peneliti diberbagai cabang biologi khususnya biologi dasar.Penemuan mutahir lainnya adalah penemuan mengenai stem cell (sel punca) dan kemampuannya untuk menggantikan sel sel yang rusak atau mati. Seperti diketahui bahwa tidak semua sel tubuh dapat melakukan regenerasi (memperbaharui diri sendiri) contohnya adalah sel syaraf. Pengetahuan tentang sel punca sudah lama dikenal di dunia biologi sel. Namun, baru pada akhir dekade inilah baru diketahui penggunaan yang lebih menjanjikan untuk terapi berbagai macam penyakit yang “tidak” dapat disembuhkan. Dengan adanya banyak penelitian pada sel punca, diharapkan akan memperkaya ilmu dan pengetahuan dibidang biologi yang berdampak pada strategi baru dalam pengobatan pada penyakit yang sampai saat ini diyakini belum bisa disembuhkan.Sel punca adalah sekelompok sel yang mempunyai tiga ciri utama, yaitu sel yang mampu membelah diri sendiri secara terus – menerus, spesialisasi pembelahannya belum terarah dan dengan induksi yang spesifik, sel punca dapat membelah menjadi sel yang diinginkan seperti sel jantung, sel syaraf, sel otot dsb. Jutaan penderita menunggu diterapkannya teknik pembiakan pembiakan sel punca ini untuk mengobati penyakit diabetes mellitus, infark jantung, Alzheimer dan Parkinson, yang dalam tahap penelitian telah terbukti berhasil. Di luar negeri pemanfaatan sel punca sudah sering dilakukan. Untuk itu, di Indonesia saat ini sudah banyak diterima tawaran untuk menjalankan praktek penggunaan sel punca untuk terapi dari para ahli luar negeri. Juga peneliti di Indonesia sudah mulai melakukan berbagai penelitian sel punca. Saat ini, justru penelitian ini lebih dititikberatkan ke aspek hilirnya. Di Indonesia penelitian ini dimulai oleh para industriwan yang mengembangkan pemanfaatan sel punca yang berada di tali pusat ( umbilical cord ).Ada 3 jenis transplantasi / pencangkokan sel punca, yaitu autologous (stem cell diperoleh dari pasien sendiri), allogeneic (sel punca dari orang lain), dan xenotransplantasi (sel punca dari makhluk lain/ binatang). Transplantasi autologous kelebihannya adalah tidak ada risiko penolakan, tetapi bila akan diberikan pada penderita keganasan maka sel tumornya harus dibasmi terlebih dahulu kemudian sel punca dimasukkan kembali. Transplantasi allogeneic, pasien akan lebih nyaman karena tidak diambil sel puncanya dari tulang pinggul atau tulang perisai dada, namun harus mengatasi risiko penolakan. Xenotranplantasi, adalah terapi sel dari binatang yang masih menimbulkan perdebatan di Indonesia. Sel dari binatang yang dipakai mungkin bukan sel punca yang mampu terus menerus berkembang biak dan membentuk sel khusus sehingga terapi sel dari binatang tidak bisa disebut sebagai pengobatan sel punca tapi pengobatan sel(cell-therapy).Info lanjut klik http://undip.ac.id

Admin by Dedy,S.Pt,M.Si
@ November 2009

0 comments:

KILAS PETERNAKAN ON FACEBOOK