Anda Pengunjung Ke-

free counter

Konsultasi Peternakan

KILAS INFORMASI

KAMI SIAP MENDAMPINGI ANDA
SILAHKAN DIPILIH JASA PELATIHAN DIBIDANG PETERNAKAN
KONTAK KAMI SEGERA Dedy Winarto,S.Pt,M.Si CONTACT PERSON: 0853 2672 1970 E-mail : dedy_good@yahoo.co.id>

LINK JURNAL

PERUSAHAAN PETERNAKAN

TUKAR LINK/BANNER

Topik yang menarik dalam website ini?

"SELAMAT DATANG DIWEBSITE KILAS PETERNAKAN, MEDIA ONLINE SEPUTAR DUNIA PETERNAKAN ANDA"

PENGUMUMAN

KRITIK DAN SARAN KONTEN WEB
Jika Konten Web tidak berkenan atau Dilarang Oleh Pemerintah
Kirim e-mail: Dedy_good@yahoo.co.id
Web ini hanya sebagai sarana berbagi Informasi, Pengetahuan dan wawasan Semata. Informasi Lebih lanjut Tlp 0853 2672 1970(No SMS).
SEMOGA BERMANFAAT

Mikotoksin dan Mikotoksikosis

Saturday, January 12, 2008

Mikotoksin merupakan metabolit sekunder yang dihasilkan oleh spesies kapang tertentu selama pertumbuhannya pada bahan pangan maupun pakan (Fox dan Cameron, 1989). Mikotoksin adalah metabolit sekunder diproduksi oleh jamur yang tumbuh pada kondisi tertentu. Mikotoksin mulai dikenal sejak ditemukannya aflatoksin yang menyebabkan Turkey X –disease pada tahun 1960. Sedangkan menurut Poultry Indonesia (2006) mikotoksin adalah senyawa berbahaya yang dihasilkan oleh sejenis fungi. Mikotoksin dalam jumlah yang sangat kecil dalam pakan dapat menyebabkan penuruann performans ayam broiler.
Sebagian besar mikotoksin menyebabkan masalah kesehatan untuk ternak melalui masuknya jamur ke dalam makanan, melalui air minum ataupun udara. Hingga saat ini telah dikenal 300 jenis mikotoksin (Cole dan Cox, 1981), lima jenis diantaranya sangat berpotensi menyebabkan penyakit baik pada manusia maupun hewan, yaitu aflatoksin, okratoksin A, zearalenon, trikotesena (deoksinivalenol, toksin T2) dan fumonisin. Menurut Bhat dan Miller (1991) sekitar 25-50% komoditas pertanian tercemar kelima jenis mikotoksin tersebut. Penyakit yang disebabkan karena adanya pemaparan mikotoksin disebut mikotoksikosis. Mikotoksikosis dapat terjadi karena adanya rantai makanan yang saling berkaitan, dimana pemaparan mikotoksin ke dalam tubuh terjadi karena ternak mengkonsumsi bahan pakan yang sudah tercemar (efek primer) dan bisa menyerang manusia melalui konsumsi produk hewani yang tercemar mikotoksin (efek sekunder).
Jamur yang menginfeksi ternak dan mempengaruhi kesehatan melalui beberapa bentuk hubungan, yaitu :
1. produksi metabolit sekunder
2. modifikasi komposisi nutrient bahan makanan
3. modifikasi penggunaan nutrient oleh hewan
4. menghasilkan penyakit pathological (mycosis).
Ada empat cara infeksi jamur yang mempengaruhi ayam atau hewan lainnya, yaitu :
Jamur menginfeksi bahan pakan di lapangan sebelum panen.
Jamur menginfeksi bahan pakan selama penyimpanan setelah panen
Jamur menginfeksi campuran bahan pakan (ransum) di dalam tempat penampungan pakan dan peralatan pakan.
Jamur menginfeksi di saluran pencernaan atau saluran pernapasan.
Beberapa jamur yang menginfeksi di ladang (sebelum panen), yaitu Diplodia, Gibberela, Fusarium, Cladosporium, Nigospora dan Cephalosporium. Jamur yang sangat berbahaya menginfeksi bahan makanan selama penyimpanan adalah Aspergillus flavus, sedadangkan jamur yang menginfeksi saluran pencernaan adalah Candida albicons. @ Copy Right 12/12/2007
Oleh Dedy Winarto,S.Pt
E-mail : Dedy_good@yahoo.co.id

0 comments:

KILAS PETERNAKAN ON FACEBOOK