Anda Pengunjung Ke-

free counter

Konsultasi Peternakan

KILAS INFORMASI

KAMI SIAP MENDAMPINGI ANDA
SILAHKAN DIPILIH JASA PELATIHAN DIBIDANG PETERNAKAN
KONTAK KAMI SEGERA Dedy Winarto,S.Pt,M.Si CONTACT PERSON: 0853 2672 1970 E-mail : dedy_good@yahoo.co.id>

LINK JURNAL

PERUSAHAAN PETERNAKAN

TUKAR LINK/BANNER

Topik yang menarik dalam website ini?

"SELAMAT DATANG DIWEBSITE KILAS PETERNAKAN, MEDIA ONLINE SEPUTAR DUNIA PETERNAKAN ANDA"

PENGUMUMAN

KRITIK DAN SARAN KONTEN WEB
Jika Konten Web tidak berkenan atau Dilarang Oleh Pemerintah
Kirim e-mail: Dedy_good@yahoo.co.id
Web ini hanya sebagai sarana berbagi Informasi, Pengetahuan dan wawasan Semata. Informasi Lebih lanjut Tlp 0853 2672 1970(No SMS).
SEMOGA BERMANFAAT

Jaminan Halal pada Produk Peternakan

Thursday, July 22, 2010


Dalam rangka pengembangan standar dan pedoman pangan halal di tingkat nasional maupun internasional, jaminan kehalalan telah menjadi salah satu isu global. Sedangkan pangan asal hewan merupakan produksi yang beresiko tinggi menjadi pangan tidak halal. Sebab pangan asal hewan yang halal harus melalui proses penyembelihan di mana dalam proses produksinya yang meliputi proses penyembelihan dan proses produksi tidak terkontaminasi produk hewan lain yang dilarang oleh agama Islam (haram atau najis) dan tidak menggunakan bahan tambahan.

Sebagai negara dengan mayoritas penduduk yang beragama Islam, maka pangan asal hewan yang beredar di Indonesia harus memenuhi persyaratan aman, sehat, utuh dan halal (ASUH) untuk dipasarkan dalam negeri maupun impor.

Oleh karena itu untuk melindungi kesehatan dan ketenteraman bathin masyarakat perlu dilakukan pengawasan higiene veteriner pada rantai produksi pangan asal hewan untuk mencegah terjadinya penularan penyakit zoonotik.

Pangan asal hewan adalah pangan yang berpotensi memiliki bahaya, karena dapat mengandung agen penyakit (mengandung bakteri, virus, parasit, jamur, kapang dan lain-lain), dan mudah rusak karena memiliki kandungan nutrisi sebagai media ideal perkembangbiakan mikroorganisme.

”Penyakit pada hewan dapat ditularkan kepada manusia (zoonotik), baik secara langsung maupun tidak langsung melalui pangan asal hewan atau produk hewan non pangan (tanduk, tulang, bulu dan lain-lain) yang jumlahnya mencapai 150 jenis”, ujar Direktur Kesmavet Drh. Turni Rusli Syamsudin MM, pada Seminar Produk Halal yang diselenggarakan dalam rangka IndoLivestock di Jakarta baru-baru ini.

Zoonosis Strategis
Menurut Drh. Turni, beberapa penyakit zoonosis di antaranya rabies, AI, antraks, brucelosis, salmonellosis, Japanese Encephalitis, leptopirosis, campylobaccteriosis, listeriosis, tuberculosis, colibasilosis, toxoplasmosis dan taeniasis.

Source:sinartani.com/22 Juli 2010

0 comments:

KILAS PETERNAKAN ON FACEBOOK