Anda Pengunjung Ke-

free counter

Konsultasi Peternakan

KILAS INFORMASI

KAMI SIAP MENDAMPINGI ANDA
SILAHKAN DIPILIH JASA PELATIHAN DIBIDANG PETERNAKAN
KONTAK KAMI SEGERA Dedy Winarto,S.Pt,M.Si CONTACT PERSON: 0853 2672 1970 E-mail : dedy_good@yahoo.co.id>

LINK JURNAL

PERUSAHAAN PETERNAKAN

TUKAR LINK/BANNER

Topik yang menarik dalam website ini?

"SELAMAT DATANG DIWEBSITE KILAS PETERNAKAN, MEDIA ONLINE SEPUTAR DUNIA PETERNAKAN ANDA"

PENGUMUMAN

KRITIK DAN SARAN KONTEN WEB
Jika Konten Web tidak berkenan atau Dilarang Oleh Pemerintah
Kirim e-mail: Dedy_good@yahoo.co.id
Web ini hanya sebagai sarana berbagi Informasi, Pengetahuan dan wawasan Semata. Informasi Lebih lanjut Tlp 0853 2672 1970(No SMS).
SEMOGA BERMANFAAT

Kiprah Sarjana Membangun Desa

Wednesday, July 15, 2009

Oleh Dedy Winarto

BELUM lama ini, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Peternakan Departemen Pertanian telah menyelenggarakan seleksi Sarjana Membangun Desa (SMD).
Konon, program ini salah satunya dilaksanakan sebagai upaya untuk mengejar target Program Percepatan Swasembada Daging Sapi (P2SDS) tahun 2010 yang tinggal kurang dari 1 tahun lagi.
Dengan melibatkan perguruan tinggi yang memiliki fakultas/program studi peternakan dan kedokteran hewan, Departemen Pertanian melakukan kerja sama menjaring para lulusannya yang capable untuk ikut dalam program seleksi Sarjana Membangun Desa sejak tahun 2007 lalu.
Seleksi diutamakan bagi lulusan sarjana yang telah memiliki kelompok tani ternak dengan maksud untuk meningkatkan pemberdayaan kelompok petani ternak yang menjadi binaannya.
Pada awal penerimaan, program SMD difokuskan untuk membina kelompok peternak sapi potong dalam rangka mendukung program Percepatan Pencapaian Swasembada Daging Sapi 2010 (P2SDS).
Namun, pada seleksi penerimaan tahun 2009 ini saya rasa semakin menjadi lebih baik karena kegiatan tidak hanya difokuskan untuk pemberdayaan kelompok peternak sapi potong saja. Tetapi lebih diperluas untuk jenis ternak lainnya seperti unggas lokal, sapi perah, domba/kambing dan juga kelinci.
Tugas Berat
Usaha peternakan sapi potong di Indonesia hingga saat ini belum mencapai tingkat perkembangan yang menggembirakan, walaupun sebelumnya pemerintah telah melakukan bermacam-macam upaya. Kenyataan menunjukkan bahwa subsektor peternakan belum mampu memenuhi tingginya tingkat kebutuhan akan konsumsi daging domestik yang naik setiap tahun.
Inilah tugas berat sekaligus tantangan bagi para Sarjana Pendamping Desa dalam program Sarjana Membangun Desa baik yang akan maupun telah terpilih sebelumnya. Dengan kontrak selama 3 tahun kedepan, para Sarjana Pendamping Desa ini dituntut untuk menjalankan kewajibannya dengan baik dalam mengembangkan daerahnya masing-masing.
Seyogyanya, program ini lebih baik lagi jika diterapkan jauh-jauh hari sebelum Pencanangan Program Kecukupan Daging 2010 tahun 2005 lalu.
Nantinya, keberhasilan pengembangan subsektor peternakan ini erat sekali kaitannya dengan kemampuan nasional terhadap penyediaan protein hewani dalam menunjang program peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui perbaikan gizi masyarakat.
Berbagai aspek dalam usaha peternakan seperti pengadaan sarana produksi (bibit dan pakan), pencegahan penyakit ternak dan akses pemasaran secara terpadu agar dapat lebih segera dilakukan secara berkelompok dan bergotong royong. Pada gilirannya nanti akan mampu meningkatkan keuntungan dan pendapatan usaha.
Sedangkan untuk lebih meningkatkan pemberdayaan kelompok Peternak ini memang membutuhkan uluran tangan dari beberapa instansi dan dinas terkait sebagai fasilitator.
Melalui pembentukan kelompok-kelompok Peternak yang aktif dengan didampingi oleh para sarjana dalam program Sarjana Membangun Desa, ini merupakan salah satu langkah maju dalam meningkatkan pemberdayaan usaha peternakan rakyat di hampir seluruh wilayah kabupaten/kota, kecamatan dan pedesaan yang selama ini belum optimal.
Terselip Harapan
Dibalik program Sarjana Membangun Desa, terselip banyak harapan tidak hanya bagi pemerintah sebagai upaya mencapai swasembada daging. Tetapi juga para Peternak yang menjadi binaannya dalam upaya meningkatkan populasi dan produktivitas ternak, sehingga nantinya mampu meningkatkan taraf perekonomian Peternak.
Langkah ini cukup penting khususnya dibidang subsektor peternakan di Jawa Tengah. Mengapa demikian?
Dengan mendayagunakan kemampuan para sarjana Peternakan dan Kedokteran Hewan membangun daerahnya masing-masing melalui usaha agribisnis peternakan, secara tidak langsung program ini sejalan dengan visi dan misi Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo saat kampanye dulu yakni “Balik Deso, Mbangun Deso”.
Usaha agribisnis peternakan berbasis sumberdaya lokal memiliki potensi yang sangat besar untuk terus dikembangkan, karena berbagai sarana pendukung seperti agroinput, teknologi, kelembagaan dan tenaga kerja tersedia di seluruh wilayah propinsi termasuk Jawa Tengah.
Terlebih lagi, dengan memanfaatkan sumberdaya lokal yang ada tidak akan bergantung terhadap kondisi perekonomian global, dan dapat menghemat cadangan devisa negara yang digunakan untuk keperluan impor daging, susu dan lain sebagainya.
Sebagai catatan saja, menurut data Dirjen Peternakan Deptan tahun 2006, populasi sapi potong di Indonesia sekitar 10,6 juta ekor. Konsumsi daging sapi nasional mencapai 365,5 ribu ton sedangkan penyediaan daging dalam negeri 252 ribu ton. Dengan kondisi tersebut terlihat selisih antara konsumsi dan produksi daging sebesar 29%, yakni mencapai 104,4 ribu ton atau sekitar 740 ribu ekor.
Sementara itu, konsumsi daging tahun 2010 diperkirakan mencapai 414,1 ribu ton sedangkan produksi jika tanpa upaya percepatan akan menurun menjadi 231,8 ribu ton dan tentunya selisih antara konsumsi dan produksi semakin besar yaitu 44% atau kekurangan 182,3 ribu ton atau setara 1,29 juta ekor. Penurunan disebabkan diantaranya oleh pemotongan sapi betina produktif yang masih tinggi mencapai 200 ribu ekor per tahun.
Sebagai bagian dari Sarjana Peternakan khususnya dan masyarakat pada umumnya, kita wajib mendukung program yang pro subsektor peternakan ini. Harapannya kedepan, bagi sarjana yang terpilih dalam program SMD ini diharapkan mampu mengembangkan usaha agribisnis peternakan bersama dengan kelompok binaannya dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga dapat sekaligus menjadi agent of agricultural development di wilayahnya masing-masing.

Admin by Dedy,S.Pt
@ Juli 2009

0 comments:

KILAS PETERNAKAN ON FACEBOOK